Kondisi Pariwisata Indonesia (part II)

Kegiatan atau aktivitas pariwisata pada perkembangannya telah menjadi industri pariwisata dan merupakan salah satu sektor yang dapat memberikan keuntungan secara ekonomi. Di negara sedang berkembang seperti Indonesia, sektor pariwisata dijadikan sebagai salah satu sumber devisa negara, lebih-lebih adanya pandangan bahwa pariwisata merupakan eksport yang tidak kentara atau invisible export (Karyono, 1997). Kemudian menurut Kodyat (1995),  sektor pariwisata dijadikan sebagai salah satu sumber devisa negara yang tidak mencemari lingkungan (smokeless industries), dan industri yang tidak akan pernah berakhir (never ending industries).

Menurut John M. Bryden (1973) dalam Abdurrachmat dan E. Maryani (1998:79) yang menyebutkan suatu penyelenggaraan kegiatan pariwisata dan obyek wisata dapat memberikan setidaknya ada 6 butir dampak positif, adapun dampak positif tersebut yaitu: 1) Penyumbang devisa Negara;                    2) Menyebarkan pembangunan; 3) Menciptakan lapangan kerja; 4) Memacu pertumbuhan ekonomi melalui dampak penggandaan (multiplier effect);               5) Wawasan masyarakat tentang bangsa-bangsa di dunia semakin luas; dan             6) Mendorong semakin meningkatnya pendidikan dan ketrampilan penduduk

Pada kesempatan yang sama Menko Kesra RI Aburizal Bakri mengungkapkan perjalanan wisatawan dapat memberikan kontribusi sebesar 19 persen dari pendapatan nasional (Bappenas, 2006). Selanjutnya, sebagai sektor yang kompleks, pariwisata juga dapat melibatkan industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata. Dalam dekade ini, perkembangan pariwisata sudah sedemikian pesat dan terjadi suatu fenomena yang sangat global dengan melibatkan jutaan manusia, baik dikalangan masyarakat, industri pariwisata maupun kalangan pemerintah.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka pariwisata merupakan salah satu hal yang penting bagi suatu negara. Dengan adanya pariwisata, suatu negara atau lebih khusus lagi pemerintah daerah tempat obyek wisata itu berada mendapat pemasukan dari pendapatan setiap obyek wisata. Berkembangnya sektor pariwisata di suatu negara akan menarik sektor lain untuk berkembang pula karena produk-produknya diperlukan untuk menunjang industri pariwisata, seperti sektor pertanian, peternakan, perkebunan, kerajinan rakyat, peningkatan kesempatan kerja, olahraga, dan lain sebagainya. Efek positif dari ekonomi seringkali paling mudah ditemukan sebagai akibat dari pariwisata. Sebagai contoh efek positif dari ekonomi ini adalah kegiatan pariwisata dapat meningkatkan pendapatan pemerintah daerah dan memberi peluang terbukanya sumber investasi, sedangkan dampak negatifnya antara lain adalah tingginya biaya yang diperlukan dalam pembangunan even tersebut. Namun demikian, akibat dari industri pariwisata ternyata cukup luas termasuk efeknya terhadap masalah sosial, budaya, dan lingkungan. Kemudian dapat dijelaskan dampak positif dari sosial, antara lain yaitu : membawa masyarakat                       di lingkungan sekitar dalam kebersamaan dan dampak negatifnya antara lain adalah menyebabkan meningkatnya kepadatan lintas di jalan. Untuk dampak positif dari sisi budaya antara lain adalah membantu masyarakat untuk melestarikan budaya dan dampak negatifnya antara lain adalah dapat merusak tatanan adat masyarakat lokal dikarenakan adanya pengaruh dari luar. Dan selanjutnya dampak positif dari sisi lingkungan antara lain adalah meningkatkan lingkungan ekologi masyarakat dalam banyak cara dan untuk dampak negatifnya antara lain adalah memiliki dampak negatif terhadap lingkungan melalui polusi.

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s